Banyuasin, JON.com — Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai membawa harapan baru bagi masyarakat kurang mampu di Sumatera Selatan. Melalui konsep pendidikan gratis berbasis asrama dan pendampingan menyeluruh, Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata negara hadir untuk memuliakan “the invisible people” atau masyarakat kecil yang selama ini kerap terpinggirkan dari akses pendidikan berkualitas.
Di Bumi Sriwijaya, program ini mulai mendapat perhatian luas dari pemerintah daerah dan masyarakat. Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, keterampilan hidup (life skills), hingga penguatan mental sosial bagi para siswa.
Dari pantauan di lapangan, pendampingan di Sekolah Rakyat ini dilakukan secara penuh selama 24 jam oleh guru, wali asuh, dan pengelola asrama. Sistem tersebut dirancang secara komprehensif agar anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang membangun masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memutus mata rantai kemiskinan,” ujar salah satu pendamping pendidikan di Palembang.
Program ini sejalan dengan tema besar Lomba Karya Jurnalistik Sekolah Rakyat yang diusung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), yakni “Sekolah Rakyat Memuliakan The Invisible People”. Melalui sub-tema yang berfokus pada aksi nyata mewujudkan pendidikan berkualitas, tema tersebut menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat pembebasan sosial serta instrumen utama dalam menyejahterakan wong cilik.

Tidak hanya terkonsentrasi di Kota Palembang, penguatan program Sekolah Rakyat juga terus diperluas ke sejumlah wilayah di Sumatera Selatan lainnya. Saat ini, persiapan matang sedang berjalan dilokasi perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Banyuasin. Pemkab Banyuasin telah bergerak cepat melakukan sosialisasi intensif, khususnya dengan menggerakkan Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) Kemensos RI ke tingkat akar rumput guna menjaring lebih banyak anak-anak yang membutuhkan intervensi pendidikan berbasis sosial ini.
Peran aktif pendamping PKH di lapangan menjadi ujung tombak dalam melakukan validasi dan pemetaan anak-anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berisiko putus sekolah. Melalui pendekatan persuasif yang humanis, para pendamping memastikan bahwa anak-anak wong cilik di pelosok Banyuasin mendapatkan informasi utuh mengenai hak mereka atas pendidikan gratis berasrama ini.
Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Perkasa Palembang turut melibatkan ekosistem keluarga siswa dalam proses pendidikan. Hubungan kolaboratif ini dibangun melalui program pendampingan intensif serta edukasi berkala kepada orang tua atau wali murid. Langkah strategis tersebut dinilai sangat penting karena keberhasilan transformasi karakter dan akademik anak tidak hanya bertumpu pada pihak sekolah, melainkan juga mutlak memerlukan dukungan moral dari keluarga serta lingkungan sosial terdekat.
Bagi banyak keluarga kurang mampu di Sumatera Selatan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jawaban konkret atas keterbatasan ekonomi yang selama ini menjadi tembok penghalang utama pendidikan anak-anak mereka. Seluruh kebutuhan hidup dan operasional pendidikan, termasuk fasilitas tempat tinggal yang layak, pembinaan keagamaan dan karakter, hingga kebutuhan pemenuhan gizi dasar siswa sepenuhnya ditanggung dalam skema program tersebut.
Selain pemenuhan kurikulum akademik baku, para siswa di asrama juga dibekali dengan penanaman nilai-nilai luhur gotong royong, wawasan kepemimpinan, dan berbagai keterampilan praktis (life skills). Pembekalan ini bertujuan agar mereka siap menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan adaptif di masa depan. Melalui blueprint pengasuhan ini, Sekolah Rakyat diharapkan dapat melahirkan generasi muda Sumatera Selatan yang tangguh, berdaya saing global, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berkembang secara berkelanjutan serta mampu menjangkau lebih banyak titik daerah di Sumatera Selatan, terutama kantong-kantong wilayah yang masih mencatatkan angka kemiskinan dan tingkat putus sekolah yang cukup tinggi.
Kehadiran nyata Sekolah Rakyat di Bumi Sriwijaya ini menjadi bukti sahih bahwa pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi hak eksklusif yang hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu. Di tangan anak-anak wong cilik inilah, lewat jalur pendidikan yang membebaskan, roda nasib keluarga dapat diubah sekaligus memperkokoh fondasi masa depan bangsa yang dimulai dari daerah.
Dengan komitmen penuh dan semangat mendalam untuk memuliakan masyarakat, Sekolah Rakyat kini telah menjelma menjadi simbol kuat bahwa negara benar-benar hadir untuk memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi seluruh anak Indonesia untuk berani bermimpi dan merajut masa depan yang jauh lebih cerah.






